Langsung ke konten utama

Antara Aku dan Diriku

Mungkin judul artikel ini agak kontroversial, tapi begitulah kenyataannya. Aku tak tahu harus memberi judul apa lagi, aku terkadang menjadi orang asing bagi diriku sendiri. Entah itu di dunia nyata, atau bahkan di dalam mimpi saat tidur. Pernah aku kabur dari mimpi yang buruk menuju kenyataan yang sebenarnya, dan berhasil. Sayangnya aku tak pernah berhasil lari dari kenyataan yang buruk menuju mimpi yang indah, tidak pernah.

Selama bertahun-tahun aku meluangkan waktu yang banyak untuk mempelajari diriku sendiri. Dan hasilnya? Hingga saat ini aku masih belum tahu sebenarnya siapa diriku yang sebenarnya. Mengapa ada begitu banyak pertentangan dalam diriku? Mengapa aku tidak selalu sepakat terhadap diriku yang lain? Mengapa dan mengapa?

Setiap manusia dilahirkan unik dan spesial, termasuk diriku. Keunikan itu yang sedang aku pelajari. Begitu banyak rintangan, begitu banyak pertimbangan, dan begitu banyak pertentangan... Semua sudah pernah aku rasakan. Ingin rasanya aku muntahkan semua kegelisahanku. Tapi setiap kali aku muntahkan semakin banyak kegelisahan baru yang harus ku telan kembali. Aku belajar untuk tak memuntahkannya. Aku belajar untuk mendaur-ulangnya di dalam perasaan atau pikiranku.

Begitulah, betapa susahnya menjadi diri sendiri disaat maraknya penjajahan terhadap pemikiran, bahkan juga terhadap perasaan. Demi kebebasan dari penjajahan pikiran dan perasaan, aku belajar memahami diriku, meski aku tahu sampai kapanpun aku tak akan pernah bisa menemukan definisi yang sebenarnya tentang diriku.

Berbuat salah disaat sudah tahu mana yang benar, apakah itu diriku? Sepertinya, tidak!

Atau tidak mau belajar disaat tidak tahu, apakah itu aku? Itu juga, tidak!

Tidak mau berusaha disaat punya kemampuan, apakah itu diriku? Tidak mungkin itu diriku!

Mengeluh disaat masih punya harapan, apakah itu aku? Jelas itu bukan aku!

Entahlah, artikel inipun juga tidak jelas siapa penulisnya, aku atau diriku. Yang jelas, dilema kehidupan akan selalu menyelimuti kami berdua hingga kematian menghancurkan kemesraan kami, hingga yang tinggal hanyalah aku, tanpa diriku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malam Lailatul Qadar Bulan Ramadlan 2017

Malam Lailatul Qadar Bulan Ramadlan 2017 Insya Allah terjadi pada: Sabtu, 17 Juni 2017 (malam Minggu) Hal ini berdasarkan kaidah yang dipaparkan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya 'Ulumuddin nya, bahwa waktu terjadinya malam Lailatul Qadar dapat diketahui dari malam permulaan bulan Ramadlan itu sendiri. Beliau telah mengamati terjadinya Lailatul Qadar dari tahun ke tahun hingga akhirnya beliau membuat kaidah (formula/rumus) untuk memprediksi waktu terjadinya malam Lailatul Qadar. Berikut Kaidahnya: 1. Jika permulaan bulan Ramadlan terjadi pada malam Minggu atau malam Rabu, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29 2. Jika permulaan bulan Ramadlan terjadi pada malam Senin, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21 3. Jika permulaan bulan Ramadlan terjadi pada malam Selasa atau Jum'at, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27 4. Jika permulaan bulan Ramadlan terjadi pada malam Kamis, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25 5. Jika permulaan bul…

Taqwa: Antara Harapan dan Kenyataan, Bagaimana Mewujudkannya?

Tulisan tentang Taqwa sudah sangat banyak beredar. Namun keberadaan orang yang tidak bertaqwa juga semakin marak. Ini menunjukkan masih banyak orang yang belum mengenal Taqwa dengan sebenarnya. Orang bilang, "Tak kenal maka tak sayang". Melalui tulisan ini, penulis akan berusaha membahas Taqwa dari sudut pandang yang berbeda agar pembaca berselera untuk bertaqwa. Amin...


Manusia dan keinginannya Manusia diciptakan dengan kemampuan untuk memiliki berbagai keinginan, terlepas apakah keinginannya itu  ilegal atau tidak dalam pandangan Agama. Dan melalui naluri alamiahnya manusia akan berusaha untuk mewujudkan keinginan tersebut agar menjadi kenyataan, dengan cara yang benar atau salah. Dari sinilah bermula suasana perasaan "PUAS" dan "KECEWA".

Sayangnya, sebenarnya tak ada hal yang benar-benar memuaskan dalam kehidupan dunia ini. Sehingga, besarnya kemungkinan seseorang untuk memperoleh kepuasan dalam hidup ini adalah 0%. Hal ini dibuktikan oleh kondisi lapa…

Saatnya melakukan perubahan

Kita, sadar atau tidak pasti akan mengalami perubahan. Namun, perubahan yang bagaimanakah yang kita inginkan. Perubahan kepada yang lebih baik membutuhkan modal yang tidak sedikit. Dalam artian, kita harus berjuang keras dan mau belajar dari waktu ke waktu.

Di sinilah pentingnya sharing antar sesama. Selain bisa menambah wawasan baru, bisa memperkaya pikiran untuk dijadikan perbandingan dalam menghadapi aneka model permasalahan hidup. karena dalam konsep kehidupan modern, semuanya, tak terkecuali permasalahan juga modern.


okay, salam kenal semua. Di sini Ali. bagi yang tertarik untuk ngobrol sekadar untuk menghangatkan perasaan atau untuk mencairkan pikiran yang jenuh karena kram oleh ragam permasalahan, bisa ikuti twitter saya di @kudujaga atau invite pin BBM saya D7F1CC29 dan BBM channel saya: C003F0EBC

Terima Kasih.


Pamekasan, 1 Juni 2017