Langsung ke konten utama

Bagaimana Menyikapi Kebahagiaan dan Kesedihan?

Kenikmatan, Datang dan Hilang Begitu Saja
Islampos / Fatmah             

KENIKMATAN datang kepada setiap hamba yang dikehendaki oleh Allah SWT. Begitu pula, nikmat yang telah diterima, bisa kapan saja dihilangkan oleh-Nya. Semua itu merupakan kehendak Allah SWT. Kita hanya bisa menerima atas ketentuan yang telah digariskan-Nya.

Allah SWT memerintahkan kita agar tidak bersedih jika kehilangan kenikmatan. Dan Allah juga memerintahkan kita agar tidak berlebihan dalam kegembiraan jika merasakan kenikmatan. Sebagaimana tercantum dalam firman-Nya, “Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu tidak terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu,” (QS. Al-Hadid: 23).

Tetapi, kebanyakan manusia begitu sulit untuk memegang ayat itu. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Kenikmatan datang, bisa sebagai ujian, yaitu kenikmatan tersebut malah merugikan diri kita. Ini terjadi, mungkin saja akibat diri kita yang tidak melaksanakan hak Allah.

Jika kita mengalami hal seperti itu, lebih baik kita menyibukkan diri kepada hal-hal yang bermanfaat daripada kita hanya termenung, bersedih memikirkannya. Untuk apa mencari pelarian dengan mengerjakan sesuatu yang tidak baik. Padahal, waktu kita bisa dipergunakan untuk mempersiapkan kegiatan baru sebagai pengganti dari kenikmatan yang hilang itu.

Janganlah kita berpikir bahwa hilangnya kenikmatan tersebut adalah akibat dari sebuah peristiwa yang tidak kita ketahui sumbernya dan kita tidak mampu menolak kedatangannya.

Sebaiknya, jika kita mendapat kenikmatan, kita harus tetap menjalankan kewajiban dengan melaksanakan hak-hak Allah. Dan jika kita kehilangan kenikmatan, anggaplah bahwa itu sesuatu yang sudah lewat. Kemudian kita mencari sumbernya dan mencari pencegahnya. []

Sumber: Anda Bertanya Islam Menjawab/Karya: Prof. Dr. M. Mutawalli as-Sya’rawi/Penerbit: Gema Insani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malam Lailatul Qadar Bulan Ramadlan 2017

Malam Lailatul Qadar Bulan Ramadlan 2017 Insya Allah terjadi pada: Sabtu, 17 Juni 2017 (malam Minggu) Hal ini berdasarkan kaidah yang dipaparkan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya 'Ulumuddin nya, bahwa waktu terjadinya malam Lailatul Qadar dapat diketahui dari malam permulaan bulan Ramadlan itu sendiri. Beliau telah mengamati terjadinya Lailatul Qadar dari tahun ke tahun hingga akhirnya beliau membuat kaidah (formula/rumus) untuk memprediksi waktu terjadinya malam Lailatul Qadar. Berikut Kaidahnya: 1. Jika permulaan bulan Ramadlan terjadi pada malam Minggu atau malam Rabu, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29 2. Jika permulaan bulan Ramadlan terjadi pada malam Senin, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21 3. Jika permulaan bulan Ramadlan terjadi pada malam Selasa atau Jum'at, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27 4. Jika permulaan bulan Ramadlan terjadi pada malam Kamis, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25 5. Jika permulaan bul…

Taqwa: Antara Harapan dan Kenyataan, Bagaimana Mewujudkannya?

Tulisan tentang Taqwa sudah sangat banyak beredar. Namun keberadaan orang yang tidak bertaqwa juga semakin marak. Ini menunjukkan masih banyak orang yang belum mengenal Taqwa dengan sebenarnya. Orang bilang, "Tak kenal maka tak sayang". Melalui tulisan ini, penulis akan berusaha membahas Taqwa dari sudut pandang yang berbeda agar pembaca berselera untuk bertaqwa. Amin...


Manusia dan keinginannya Manusia diciptakan dengan kemampuan untuk memiliki berbagai keinginan, terlepas apakah keinginannya itu  ilegal atau tidak dalam pandangan Agama. Dan melalui naluri alamiahnya manusia akan berusaha untuk mewujudkan keinginan tersebut agar menjadi kenyataan, dengan cara yang benar atau salah. Dari sinilah bermula suasana perasaan "PUAS" dan "KECEWA".

Sayangnya, sebenarnya tak ada hal yang benar-benar memuaskan dalam kehidupan dunia ini. Sehingga, besarnya kemungkinan seseorang untuk memperoleh kepuasan dalam hidup ini adalah 0%. Hal ini dibuktikan oleh kondisi lapa…

Saatnya melakukan perubahan

Kita, sadar atau tidak pasti akan mengalami perubahan. Namun, perubahan yang bagaimanakah yang kita inginkan. Perubahan kepada yang lebih baik membutuhkan modal yang tidak sedikit. Dalam artian, kita harus berjuang keras dan mau belajar dari waktu ke waktu.

Di sinilah pentingnya sharing antar sesama. Selain bisa menambah wawasan baru, bisa memperkaya pikiran untuk dijadikan perbandingan dalam menghadapi aneka model permasalahan hidup. karena dalam konsep kehidupan modern, semuanya, tak terkecuali permasalahan juga modern.


okay, salam kenal semua. Di sini Ali. bagi yang tertarik untuk ngobrol sekadar untuk menghangatkan perasaan atau untuk mencairkan pikiran yang jenuh karena kram oleh ragam permasalahan, bisa ikuti twitter saya di @kudujaga atau invite pin BBM saya D7F1CC29 dan BBM channel saya: C003F0EBC

Terima Kasih.


Pamekasan, 1 Juni 2017