Langsung ke konten utama

Postingan

Antara Aku dan Diriku

Mungkin judul artikel ini agak kontroversial, tapi begitulah kenyataannya. Aku tak tahu harus memberi judul apa lagi, aku terkadang menjadi orang asing bagi diriku sendiri. Entah itu di dunia nyata, atau bahkan di dalam mimpi saat tidur. Pernah aku kabur dari mimpi yang buruk menuju kenyataan yang sebenarnya, dan berhasil. Sayangnya aku tak pernah berhasil lari dari kenyataan yang buruk menuju mimpi yang indah, tidak pernah.

Selama bertahun-tahun aku meluangkan waktu yang banyak untuk mempelajari diriku sendiri. Dan hasilnya? Hingga saat ini aku masih belum tahu sebenarnya siapa diriku yang sebenarnya. Mengapa ada begitu banyak pertentangan dalam diriku? Mengapa aku tidak selalu sepakat terhadap diriku yang lain? Mengapa dan mengapa?

Setiap manusia dilahirkan unik dan spesial, termasuk diriku. Keunikan itu yang sedang aku pelajari. Begitu banyak rintangan, begitu banyak pertimbangan, dan begitu banyak pertentangan... Semua sudah pernah aku rasakan. Ingin rasanya aku muntahkan semua ke…
Postingan terbaru

Taqwa: Antara Harapan dan Kenyataan, Bagaimana Mewujudkannya?

Tulisan tentang Taqwa sudah sangat banyak beredar. Namun keberadaan orang yang tidak bertaqwa juga semakin marak. Ini menunjukkan masih banyak orang yang belum mengenal Taqwa dengan sebenarnya. Orang bilang, "Tak kenal maka tak sayang". Melalui tulisan ini, penulis akan berusaha membahas Taqwa dari sudut pandang yang berbeda agar pembaca berselera untuk bertaqwa. Amin...


Manusia dan keinginannya Manusia diciptakan dengan kemampuan untuk memiliki berbagai keinginan, terlepas apakah keinginannya itu  ilegal atau tidak dalam pandangan Agama. Dan melalui naluri alamiahnya manusia akan berusaha untuk mewujudkan keinginan tersebut agar menjadi kenyataan, dengan cara yang benar atau salah. Dari sinilah bermula suasana perasaan "PUAS" dan "KECEWA".

Sayangnya, sebenarnya tak ada hal yang benar-benar memuaskan dalam kehidupan dunia ini. Sehingga, besarnya kemungkinan seseorang untuk memperoleh kepuasan dalam hidup ini adalah 0%. Hal ini dibuktikan oleh kondisi lapa…

Mau Jadi Apa Aku Ini?!

Semua orang punya impian. Dan aku adalah salah satu dari sekian orang yang banyak itu. Aku punya impian. Namun, setelah aku pikir panjang sepertinya ada yang salah dengan impianku, meski tidak semuanya. Mengapa? Seseorang tidak sepantasnya memiliki impian yang terlalu sulit untuk diwujudkan. Dengan bahasa yang lebih sederhana aku katakan, bermimpi boleh-boleh saja, tapi jangan terlalu jauh. Standar ukuran 'jauh' di sini adalah tergantung pada potensi yang dimiliki oleh seseorang.

Menjadi milyader mungkin masih terlalu dini bagiku (he leh...) karena harus punya banyak uang untuk hal itu. Menjadi pengusaha, masih belum memungkinkan (oh ya..?) karena juga harus memiliki banyak perusahaan. Ah, bagaimana kalau menjadi penulis saja? Hmm..., sepertinya inilah impian yang paling memungkinkan untuk diriku. Aku bisa menulis, dan aku punya pengalaman untuk dijadikan bahan tulisanku. Aku seringkali melihat ke dalam diriku, namun baru kali ini aku menyadari potensi ini.

Bagaimana jika tu…

Malam Lailatul Qadar Bulan Ramadlan 2017

Malam Lailatul Qadar Bulan Ramadlan 2017 Insya Allah terjadi pada: Sabtu, 17 Juni 2017 (malam Minggu) Hal ini berdasarkan kaidah yang dipaparkan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya 'Ulumuddin nya, bahwa waktu terjadinya malam Lailatul Qadar dapat diketahui dari malam permulaan bulan Ramadlan itu sendiri. Beliau telah mengamati terjadinya Lailatul Qadar dari tahun ke tahun hingga akhirnya beliau membuat kaidah (formula/rumus) untuk memprediksi waktu terjadinya malam Lailatul Qadar. Berikut Kaidahnya: 1. Jika permulaan bulan Ramadlan terjadi pada malam Minggu atau malam Rabu, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29 2. Jika permulaan bulan Ramadlan terjadi pada malam Senin, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21 3. Jika permulaan bulan Ramadlan terjadi pada malam Selasa atau Jum'at, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27 4. Jika permulaan bulan Ramadlan terjadi pada malam Kamis, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25 5. Jika permulaan bul…

Evening Lailatul Qadr Ramadan 2017 Insha Allah happens on: Saturday, June 17, 2017 (Saturday night)

Evening Lailatul Qadar Ramadan 2017 Insha Allah happens on:
Saturday, June 17, 2017 (Saturday night)This is based on the rule described by Imam al-Ghazali in his Ihya 'Ulumuddin, that the time of the night of Lailatul Qadar can be known from the night of the beginning of the month of Ramadan itself. He has observed the occurrence of Lailatul Qadar from year to year until finally he made a rule (formula) to predict the timing of the night of Lailatul Qadr.Here's the Rule:1. If the beginning of Ramadan occurs on a Saturday night or Tuesday night, then the night of Lailatul Qadr falls on the 29th night2. If the beginning of Ramadhan occurs on Sunday night, the night of Lailatul Qadr falls on the 21st night3. If the beginning of Ramadhan occurs on Monday night or Thursday night, then the night of Lailatul Qadr falls on the 27th night4. If the beginning of Ramadan occurs on Wednesday night, the night of Lailatul Qadr falls on the 25th night5. If the beginning of Ramadan occurs on a…

Bagaimana Menyikapi Kebahagiaan dan Kesedihan?

Kenikmatan, Datang dan Hilang Begitu Saja
Islampos / Fatmah              KENIKMATAN datang kepada setiap hamba yang dikehendaki oleh Allah SWT. Begitu pula, nikmat yang telah diterima, bisa kapan saja dihilangkan oleh-Nya. Semua itu merupakan kehendak Allah SWT. Kita hanya bisa menerima atas ketentuan yang telah digariskan-Nya.Allah SWT memerintahkan kita agar tidak bersedih jika kehilangan kenikmatan. Dan Allah juga memerintahkan kita agar tidak berlebihan dalam kegembiraan jika merasakan kenikmatan. Sebagaimana tercantum dalam firman-Nya, “Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu tidak terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu,” (QS. Al-Hadid: 23).Tetapi, kebanyakan manusia begitu sulit untuk memegang ayat itu. Mengapa hal itu bisa terjadi?Kenikmatan datang, bisa sebagai ujian, yaitu kenikmatan tersebut malah merugikan diri kita. Ini terjadi, mungkin saja akibat diri kita yang tidak melaksanakan hak Allah.Jika kita mengalami h…

"KAMPUS dan RADIKALISME", Tanggapan Menohok Guru Besar ITS Atas Tulisan KOMPAS

Oleh: Prof. Ir. Daniel Mohammad Rosyid Ph.D
Guru Besar ITSKompas edisi Minggu 7 Mei 2017 menyajikan headline "Rektor diminta Cegah Radikalisme". Ini permintaan Menristekdikti pada para rektor dalam acara Deklarasi Semangat Bela Negara dari Semarang untuk Indonesia di UNNES Sabtu kemarin.Hemat saya, seruan semacam ini baik, tapi tidak akan efektif. Mengapa? Karena seruan ini tidak dipijakkan pada analisis sosiologi yang sahih atas kemunculan radikalisme.Pertama, kampus adalah pasar gagasan yang di era digital ini semakin menjadi market place of ideas. Kampus bertugas membangun kemampuan berpikir kritis bagi mahasiswa. Di kampus mereka belajar mengunyah berbagai gagasan untuk membangun gagasan baru mereka sendiri -dalam lingkungan yang lebih terkendali. Kedua, kebangkitan radikalisme adalah gejala yang bersifat global. Di Indonesia radikalisme hampir selalu dikaitkan langsung dengan Islam walau ini tidak dinyatakan secara terus terang. Cara ini justru berbahaya. Kesalahan terb…